• May 6, 2021

Sabda Alam

Alam mengungkapkan keindahannya di semua tempat dan setiap saat ke semua mata yang tahu bagaimana mencari dan mengaguminya.

Istilah ‘alam’ erat kaitannya dengan tumbuhan dan hewan yang hidup, juga pada proses geologi, fisika, dan energi. Istilah ini juga merujuk pada ‘lingkungan alam’ atau hutan belantara, binatang liar, dan atau area umum yang belum banyak dijamah oleh manusia. 

Keindahan alami dari wujud ‘alam’ sedemikian luar biasanya, sehingga tidak satupun ungkapan kata-kata yang dapat menggambarkan secara utuh keindahan bumi, termasuk keramahannya. Wujud yang luar biasa itu tidak dapat kita uraikan betapa besar jasa dan manfaatnya bagi kehidupan umat manusia.

Melalui alam, memberikan inspirasi bagi kita tentang keagungan dan keindahan karya Sang Maha Pencipta. Alam diciptakan untuk suatu maksud dan tujuan yang baik bagi umat manusia. Oleh sebab itulah kita wajib memahami bahwasanya alam juga memiliki hak untuk mempertahankan keberadaan dan keutuhan keindahan alaminya.

Kesetiaan dan interaksi alam, sering kali menjadi korban penghianatan pikiran manusia, yang memiliki kecenderungan bersifat destruktif. Alam telah berusaha menyampaikan sabdanya kepada kita, memohon agar kita mau melindungi dan melestarikan mereka. Sayangnya Tuhan telah memutuskan komunikasi alam dengan manusia, karena khawatir manusia akan menyakiti alam dengan banyak kebohongan-kebohongannya.

Ketika kita mencengkeram bumi semakin ketat, maka alampun semakin cemas. Bersama hembusan angin, alam tiada hentinya berusaha terus menyampaikan sabdanya; ‘Kawan, jangan bangga pada keunggulanmu terhadap kami. Kami ada dan tanpa dosa! Bagaimanakah dengan-mu, kawan? Kamu, dengan segala pengetahuan, dan ambisimu, mencemarkan bumi di mana pun kamu berpijak dan meninggalkan jejak tercela! Ijinkan kami terus menjadi indah untuk melengkapi panorama kehidupan-mu. Tidak tahukah kamu wahai kawan… Kalian umat manusia yang tercipta dilengkapi dengan kecerdasan dan akal budi, telah melakukan banyak kerusakan, sebelum pada akhirnya kami memilih untuk menghancurkan diri kami sendiri’.

Kita banyak berbicara tentang cinta, kedengarannya seperti penuh arti kedamaian hidup. Akan tetapi sesungguhnya menusia lebih cenderung pada kesombongan dan keserakahan yang merasuk, berkuasa atas pikiran yang penuh ambisi… Tanpa keraguan manusia menghancurkan kelestarian alam!

Langit akan berhenti menjadi biru, daratan akan kehilangan debu dan lautan. Apa pun yang bertahan akan hancur. Musnah oleh sebab tangan-tangan kotor manusia atau oleh kehendak alam itu sendiri yang jenuh melihat ulah manusia.

Jika saja kehancuran telah berlalu, dan ada kehidupan baru. Maka alam pun akan memohon pada Yang Maha Kuasa, untuk diciptakan terpisah keberadaannya dari kehidupan manusia. Ya! Mungkin bumi akan terasa dan terlihat lebih indah, damai tanpa kehadiran manusia. Bentuk-bentuk amal dan kecerdasan baru akan muncul, menggantikan eksperimen ambisi manusia…

Jika saja kehancuran telah berlalu, dan ada kehidupan baru. Maka alam pun akan memohon pada Yang Maha Kuasa, untuk diciptakan terpisah keberadaannya dari kehidupan manusia. Ya! Mungkin bumi akan terasa dan terlihat lebih indah, damai tanpa kehadiran manusia. Bentuk-bentuk amal dan kecerdasan baru akan muncul, menggantikan eksperimen ambisi manusia…

Babedoo

o Inspiratif
o Psikologi
o Tentang Kami